Sejarah GPIB Nazareth JKT
- Sifra Prilideo
- Jul 6, 2024
- 2 min read

Permulaan
1964
Rawamangun mulai berkembang karena pembangunan Jalan Jakarta By Pass sudah selesai. Oleh sebab itu, mulai terjadi pengavelingan tanah di beberapa daerah Rawamangun yang mengundang para pendatang termasuk Anak-anak Tuhan untuk bersekutu, bersyukur dan beribadah bersama dengan nama “Perkumpulan Elim” sekaligus membentuk wadah bernama “Nazareth”. Pada awalnya wadah “Nazareth” ini berkumpul dan beribadah di Paviliun milik Keluarga Jemaat yang kemudian bergabung dan menjadi bagian dari GPIB Jemaat “Eben Haezer” Jakarta sebagai Bagian Jemaat di bulan April 1966.
1969
Melalui Surat Keputusan Majelis Sinode tanggal 15 Mei 1969, Bagian Jemaat “Nazareth” Rawamangun dari GPIB Jemaat “Eben Haezer” Jakarta sudah didewasakan/otonomisasi di DCI Djakarta sebagai Jemaat GPIB ke-47.
1971
GPIB Jemaat Nazareth membeli Gedung Gereja di Jl. Tjutjut (sekarang dikenal sebagai Jalan Sunan Drajat) No.27 milik Gembala Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS)
Akhir dekade 80-an
Jumlah Warga Jemaat mencapai puncaknya yakni lebih dari 600 KK, terdiri dari 12 Sektor Pelayanan, yang membentang dari Utara ke Selatan dan dari Timur ke Barat.
Kembali pada dekade 80-an
GPIB Jemaat Nazareth melakukan pembelian tanah sebesar 2255M2 di dekat Jalan Waru. GPIB Jemaat Nazareth tidak pernah berhasil membangun Gedung Gereja di Tanah Waru tersebut karena berbagai hal, antara lain masalah akses jalan masuk dan sulitnya masalah perizinan.
Mendekati akhir dekade 80-an
GPIB Jemaat Nazareth membeli tanah dan bangunan di sebelah Gedung Gereja. Diatas lahan inilah Gedung Gereja Nazareth Jl. Sunan Drajat No.27-29 sekarang berdiri, dan di Jl. Cakalang kaveling No.51 berdiri Pastori Nazareth.
Pembangunan Gedung Gereja dan Pastori
Event-event penting dalam Pembangunan Gedung Gereja dan Pastori Nazareth adalah sebagai berikut:
14 September 1992 diterbitkan Surat Persetujuan Pembangunan/Rehabilitasi Pengembangan Gereja GPIB Nazareth oleh Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta
15 Mei 1994 Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja
26 Mei 1993 diterbitkan UMB oleh Kepala Dinas Pengawasan Pembangunan Kota DKI Jakarta
2 Agustus 1993 Panitia Pembangunan dan Dana menandatangani Perjanjian Pemborongan dengan PT Duta Comfact sebagai pemenang tender senilai Rp795.000.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 210 hari kerja
Penyerahan Pertama tanggal 14 Mei 1994 dari Pemborong kepada Pimpinan Proyek.
Penyerahan Kedua dilakukan tanggal 12 Agustus 1994 setelah Pemborong berhasil melalui masa perawatan selama 90 hari kalender sejak Penyerahan Pertama.
Gedung Gereja GPIB Jemaat Nazareth diresmikan oleh Direktur Jenderal Binmas Kristen Protestan Departemen Agama RI, Drs Jan Kawatu, dan Ditahbiskan dalam Ibadah Minggu VII Sesudah Paskah pada tanggal 15 Mei 1994 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun GPIB Jemaat Nazareth XXV Oleh Ketua Umum Majelis Sinode GPIB, Pdt. O. E. Ch. Wuwungan D.Th.
Milenium Ketiga
Memasuki Milenium Ketiga, sejalan dengan perkembangan daerah penyangga Jakarta yang berkembang pesat, GPIB Nazareth secara perlahan mengalami penurunan jumlah Warga Jemaat karena banyak yang pindah ke daerah baru tersebut. Meskipun demikian, dimanapun mereka berada, satu hal yang tidak bisa hilang adalah adanya “DNA Nazareth” yang sering disebut sebagai “We Are Nazareth Family” karena kehidupan persekutuan dan persahabatan atau bahkan persaudaraan di Nazareth adalah sangat berkesan dan selalu terbawa dimanapun para ex Warga Jemaat tersebut melayani Tuhan.
Nazareth laksana sebongkah Intan. Intan tanpa diasah tidak akan menjadi berlian. Pengasahan menimbulkan rasa sakit, ngilu, nikmat, tawa, dan airmata. Di setiap sisi Intan yang dikikir, selalu menampilkan nama, fakta, peristiwa, prestasi dan juga kesalahan. Namun, masing-masing sisi tidak kalah mesra, akrab, panas. dan membara. Alangkah romantis dan indahnya persaudaraan ini

The history post about GPIB Nazareth Jakarta is interesting because it explains the church’s background and how it became an important part of the local community. It reminded me of history projects in school where understanding cultural stories required extra focus and time. During those busy weeks, I relied on mcgraw hill test-taking experts support to keep up with studies while managing research tasks. Overall, learning history helps people appreciate community identity and tradition more deeply.
Reading about the history of this church was inspiring because it shows how strong communities grow through shared values and dedication over time. It made me think about how learning also builds step by step. When I struggled understanding complex concepts, I looked for help with Artificial Intelligence assignment UK to guide my research process. Growth, whether spiritual or academic, truly happens through continuous learning and support.
The article shares a clear history of GPIB Nazareth Jakarta, showing how it started from a small fellowship in 1964 and slowly grew into an independent church community over time . It reminded me of learning about community growth in class. I once used Kaplan assignment help UK during that time to understand historical timelines better. It made me realize strong communities grow step by step with faith and unity.
Konten materi kelas 7 menyajikan materi yang mudah diikuti. Disusun secara sistematis agar lebih cepat dipahami. Mendukung proses belajar yang konsisten.
Matematika Kelas 5 membantu siswa memahami pecahan, desimal, dan operasi hitung campuran dengan lebih mudah. Materi disusun sistematis sesuai kurikulum. Cocok untuk memperkuat dasar sebelum naik kelas.